FILSAFAT CHINA TAOISME
Kepercayaan
di dunia ada, sejalan dengan keberadaan manusia sejak manusia diciptakan.
Seperti kita ketahui selama ini, bahwa manusia pertama Adam juga mempunyai
kepercayaan bahwa ia diciptakan dari suatu yang memiliki kekuatan lebih.
Adapun tentang agama, suatu istilah yang digunakan
untuk menunjukkan makna kenyamanan. Dengan maksud bahwa agama memiliki arti
meniadakan kekacauan, huru-hara dll yang data memicu terjadinya konflik. Semua
agama didunia tidak terkecuali mengajarkan pada arah yang positif, akan tetai
mereka mempunyai corak dan karakter masing-masing. Dalam konteks pembahasan
kali ini, makalah ini menjelaskan satu ajaran agama yang ada di dunia, yaitu
Agama Tao.
Agama Tao yang kita tahu, merupakan agama-agama orang Cina yang lebih memusatkan
ajarannya untuk mencintai alam semesta. Sesungguhnya tidak satupun kebudayaan
di dunia ini yang mempunyai warna tunggal. Di Cina, nada-nada klasik dari agama
Khong Hu Cu telah diimbangi bukan saja oleh berbagai ragam spiritual dari agama
Budha melainkan juga oleh berbagai corak romantic dari Taoisme. Pada makalah
ini kita akan menyoroti mengenai Etika yang diajarkan pada Ajaran Taoisme.
II.
MENGENAL
TAOISME
Taoisme
(Tionghoa: 道教 atau 道家 ) juga dikenal dengan Daoisme, diprakarsai oleh Laozi (老子:Lǎozǐ)
sejak akhir Zaman Chunqiu yang hidup pada 604-517 sM atau abad ke-6 sebelum
Masehi. Taoisme merupakan ajaran Laozi yang berdasarkan Daode Jing (道德經,pinyin:Dàodé
Jīng). Awalnya Daode jing disebut Laozi Wuqianyan (老子五千言) atau Tulisan Laozi
Lima Ribu Kata. Selanjutnya Dia meninggalkan ibu kota dan tidak pernah
terdengar lagi kabar beritanya. Belakangan, semasa Dinasti Han (202 – 221 SM)
kitab itu mulai disebut Daodejing, karena membahas mengenai Dao ( Jalan ) dan
De (德, atau Kebajikan) yang diajarkan Laozi[1].Kitab singkat yang berjudul
Daodejing itu, untuk selanjutnya menjadi kitab pegangan utama bagi para
penganut Daoisme.Pengikut Laozi yang terkenal adalah Zhuangzi (莊子) yang merupakan tokoh penulis
kitab yang berjudul Zhuangzi. Selain itu ada Lie Zi 列子, Huainan zi 淮南子 juga termasuk filsuf Taoisme.
Lie Zi, Huainan Zi juga membuat kitab yang berjudul Lie Zi dan Huainan Zi.
Taoisme adalah sebuah aliran
filsafat yang berasal dari Cina. Taoisme sudah berumur ribuan tahun, dan
akar-akar pemikirannya telah ada sebelum masa Konfusiusme. Bentuk Taoisme yang
lebih sistematis dan berupa aliran filsafat muncul kira-kira 3 abad SM. Selain
aliran filsafat, Taoisme juga muncul dalam bentuk agama rakyat, yang mulai
berkembang 2 abad setelah perkembangan filsafat Taoisme.
o Dao
III.
ETIKA
DALAM AJARAN TAOISME
Dalam menjalani kehidupan yang
ada, manusia mengarah pada kehidupan yang alamiah tanpa adanya proses ikut
campur. Kehidupan yang alami inilah yang menjadi suatu kebajikan dasar yang
memicu munculnya tiga buah kebajikan lain yang menuntun manusia dalam kehidupannya,
yaitu lemah lembut, rendah hati, dan menyangkal diri.Kelemah-lembutan merupakan
teman dari kehidupan, sebaliknya, kekerasan dan kekakuan adalah teman dari
kematian. Rendah hati adalah sikap mampu membatasi diri dengan berbuat
seperlunya saja.Di dalam kitab Daode Ching dikatakan, “Tidak ada kutuk yang
lebih besar daripada merasa kurang puas. Tidak ada dosa yang lebih besar
daripada selalu ingin memiliki.Oleh karena itu, manusia yang bijaksana dan
menginginkan hidup tenang dan tenteram akan mempercayakan seluruh hidupnya
kepada Dao atau alam semesta.
Di
dalam tulisan Lao Tzu, Sebagian besar diantaranya diringkas ke dalam perbedaan
antara pasivitas dan aktivitas, antara kelembutan dan kekerasan, dan antara
kompetisi dan kesabaran. Ia kemudian berpendapat, bahwa pasitivitas itu lebih
menguntungkan daripada aktivitas. Kelembutan lebih berguna daripada kekerasan,
dan kesabaran lebih berguna daripada kompetisi. Karena orang mudah sekali jatuh
ke dalam hal-hal yang berlawanan dari yang diinginkannya, maka adalah lebih
baik bagi setiap orang, jika ia mulai dengan hal-hal yang tidak diinginkannya,
lalu bergerak ke hal-hal yang diinginkannya. “Untuk memperoleh sesuatu”,
demikian Lao Tzu, “adalah perlu bagi orang untuk pertama-tama memberi.” Jadi,
untuk mencapai sesuatu, orang harus pertama-tama memulai dengan yang berlawanan
dari yang ingin dia capai. Dengan demikian, esensi dari pendekatan Lao Tzu
adalah “dengan mulai mengejar tujuan dari titik yang secara diametral
bertentangan dengan tujuan itu.”
Dalam
Daoisme dikenal tiga kebajikan utama (The Three Jewels) yang masing-masing
adalah kasih sayang (compassion), sikap tidak berlebihan (moderation), dan
kesahajaan (humality).Otak hanya mampu menyimpan hal-hal yang dapat membuat
manusia bertahan terhadap alam, dan mungkin diberikan potensi tambahan untuk
dapat menikmati hidup yang bahagia dan mengejar mimpi dan aspirasi kita.
Manusia tidak perlu mengontrol alam. Sama seperti dirimu tidak perlu dikontrol
oleh orang lain, hanya dirimu sendiri yang mengontrolnya. Demikian juga alam
tidak perlu diatur olehmanusia, maka
hendaknya manusia tidak berkuasa mengubah-ubah kondisi alam. Alam memiliki
aturannya sendiri.
Sikap tidak berlebihan
(moderation) di sini sangat terkenal dengan Wu Wei. Arti harafiah dari Wu Wei
itu sendiri adalah ‘tanpa tindakan’. Daosime sangat menjunjung tinggi hal ini.
Saat ada hukum maka akan banyak kejahatan atau tindak kriminalitas. Jadi lebih
baik diam dan semuanya akan berubah.Lao Tzu berkeyakinan bahwa Wu Wei dapat
menciptakan keharmonisan masyarakat. Di dalam pandangan filsafat Taoisme,
kekuasaan adalah sumber dari segala ketidakberuntungan dan kekacauan.
IV.
KESIMPULAN
Dari kesimpulan di
atas, kita bisa menarik poin bahwa inti dari etika Taoisme yang ditawarkan oleh
Lao Tzu adalah wu-wei, yang dalam bahasa Cina secara literer berarti xiaogan
(tidak adanya tindakan). “Wu-wei”, dengan kata lain, wu-wei berarti pembatalan
dan sekaligus pembatasan tingkah laku manusia, terutama tingkah laku di dalam
dunia sosial. Ada beberapa tingkatan wu-wei di dalam Taoisme. Etika wu-wei
adalah etika non-tindakan.
Lao Tzu sendiri sangat yakin, bahwa wu-wei akan
dapat menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan damai. Ini adalah
kebenaran yang nyata, bahwa kelemahlembutan dapat melampaui kekerasan. Walaupun
begitu nyata, tetapi orang begitu cepat lupa dengan hal ini, sekaligus begitu
sulit untuk mempertahankan kesadaran semacam ini.
V.
REFERENSI
K. Budiono.
2010. Sejarah Filsafat Tiongkok: Sebuah Pengantar Komprehensif. Alasutra:
Jogjakarta.
http://rezaantonius.wordpress.com/2010/07/07/etika-taoisme-memperkenalkan-filsafat-taoisme/ diakses pada 30/12/2019
No comments:
Post a Comment